MOTIVASI BELAJAR

  Sebagai peserta didik, sangatlah penting memiliki motivasi belajar yang tinggi. Karena berhasil atau tidaknya proses belajar dan pembelajaran dapat dilihat dari tinggi rendahnya motivasi belajar dari peserta didik tersebut. Motisi merupakan pendorong bagi peserta didik untuk melakukan sesuatu. Purwanto mengatakan, “Tidak mungkin seseorang mau berusaha mempelajari sesuatu dengan sebaik-baiknya jika tidak mengetahui betapa penting dan faedahnya yang akan dicapai dari belajarnya bagi dirinya”.

            Dalam proses belajar juga diperlukan minat, karena hal tersebut sangat berkaitan. Orang yang tidak memiliki minat belajar, tidak mungkin melakukan aktivitas belajar. Minat adalah “gejala memiliki ketertarikan akan sesuatu yang selanjutnya minat tersebut mencerminkan tujuannya”. Minat muncul dari suatu kebutuhan dan keingian sehinga siswa/peserta didik terdorong untuk melakukan kegiatan belajar, sehingga timbul sebuah motivasi.

            Sadirman (2007) mengatakan, motivasi adalah daya penggerak yang telah menajdi aktif.[1] Sedangkan Mc. Donald mengatakan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Jadi pada intinya, motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang melakukan sesuatu.

            Mc. Donald juga mengemukakan bahwa ada tiga elemen penting terkait motivasi yaitu:[2]

1.      Motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu dalam sistem “neurophysiological” yang ada pada organisme manusia karena menyangkut perubahan energi manusia (walaupun motivasi muncul dari dalam diri manusia), penampakanya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.

2.      Motivasi ditandai dengan munculnya rasa atau feeling, afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan energi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.

3.      Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Motivasi dalam diri sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi, yaitu tujuan. Tujuan ini menyangkut soal kebutuhan.

            Dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah usaha atau daya yang disadari untuk mendorong keinginan individu dalam melakukan sesuatu demi tercapainya sesuatu.

            Hamalik (2003) menyatakan ada 3 fungsi motivasi, yaitu:

1.      Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan, seperti belajar.

2.      Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya menggerakkan perbuatan kearah pencapaian tujuan yang diinginkannya.

3.      Motifasi berfungsi sebagai penggerak, ibaratnya mesin. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambannya pekerjaan.

            Dalam Sadirman (2007), ada beberapa bentuk dan cara yang dapat dilakukan pembimbing atau pengajar, dalam menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar, diantaranya adalah:

1.      Memberi angka

Angka dalam hal ini adalah nilai. Peserta didik pasti memiliki anggapan, bahwa belajar giat dengan tujuan mendapatkan nilai bagus.

2.      Hadiah

Hadiah juga dikatakan sebagai motivasi, meskipun tidak selalu demikian. Kita dapat memberikan hadiah kepada peserta didik yang berprestasi. Entah dalam bentuk piagam, piala, dan lain-lain.

3.      Saingan/kompetisi

Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar peserta didik.  Persaingan dapat dilakukan antar individual ataupun kelompok untul dapat meningkatkan prestasi peserta didik.

4.      Ego-involvent

Menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras sebagai salah satu motivasi yang cukup penting. Penyelesaian tugas yang baik adalah wujud kebanggaan dan harga diri peserta didik.

5.      Memberikan ulangan

Memberikan ulangan merupakan salah satu sarana motivasi. Dalam memberikan ulangan pun jangan terlalu sering, karena peserta didik akan merasa bosan dan bersifat rutinitas.

6.      Mengetahui hasil

Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan, akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui bahwa grafik hasil belajar meningkat, maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar dengan suatu harapan,

7.      Pujian

Pujian ini adalah bentuk reinforchement positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Dengan pujian yang tepat maka akan timbul suasana menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar sekaligus akan membangkitkan harga diri.

8.      Hukuman

Hukuman adalah bentuk reinforchement negatif, jika diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi.

9.      Hasrat untuk belajar.

10.  Tujuan yang diakui

Dengan memiliki tujuan yang harus dicapai, maka akan timbul gairah untuk terus belajar.

11.  Minat

Proses belajar akan lancar apabila disertai dengan minat. Minat merupakan alat motivasi yang pokok.

 

            Menurut Elizabeth Hurlock (dalam Susanto, 2013), ada tujuh ciri minat belajar yaitu:

1.      Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental.

2.      Minat tergantung pada kegiatan belajar.

3.      Perkembangan minat mungkin terbatas.

4.      Minat tergantung pada kesempatan belajar.

5.      Miat dipengaruhi oleh budaya,

6.      Minat berbobot emosioal.

7.      Minat berbobot egosentris, artinya jika seseorang senang terhadap sesuatu, maka akan timbul hasrat untuk memilikinya.

            Slameto (2003) menjelaskan ciri-ciir peserta didik yang memiliki minat, belajar, yaitu:

1.      Memiliki kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenag sesuatu yang dipelajari secara terus-menerus.

2.      Ada rasa suka dan senang terhadap sesuatu yang diminatinya.

3.      Memperoleh sesuatu kebanggaan dan kepuasan pada suatu yang diminati.

4.      Lebih menyukai hal yang lebih menjadi minatnya daripada hal lainnya.

5.      Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.

 

Menurut Uno 2005:23, motivasi belajar memiliki beberapa indikator yaitu :

1.      Adanya hasrat dan keinginan berhasil,

2.      Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar,

3.      Adanya harapan dan cita-cita harapan masa depan,

4.      Adanya penghargaan dalam,

5.      Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, (adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan baik.[3]



[1] Syardiansah, 2016. Hubungan Motvasi Belajar dan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Mata Kuliah Pengantar Manajemen. Jurnal Manajemen dan Keuangan. Vol 5, No. 1. Hal. 441

[2] Ibid, hal. 441

                [3] Sari Rahayu. Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui  Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) Dengan Media Bahan Manipulatif Pada Materi Pecahan Bagi Siswa Kelas V SD Negeri 03 Popongan Karanganyar  Tahun Pelajaran 2013/2014. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013. Hal.